Followers

HIMPUNAN ULAMA THURATH SIRI 3

Wednesday, April 28, 2010

SYEIKH JUNAID AL BAHDADI


ULAMA KITA AHLI SUNNAH WAL JAMAAH .
Beliau merupakan ulama dan tokoh terkemuka dalam ilmu tasawuf .
Tasawuf aliran sahih aliran ahli sunnah wal jamaah

IMAM IBNU ARABI RA


Ibn al-Arabi atau nama penuhnya Abu Bakr Muhammad ibn al-Arabi adalah seorang pemikir Islam dan seorang sufi masyhur yang berasal daripada keluarga Hatim ath-Tha’i . Dilahirkan di Murcia, Andalusia (Sepanyol) pada 1165 Masihi dan meninggal di Damsyik pada tahun 1240. Di kalangan kaum sufi, Ibn Arabi dikenali dengan panggilan Muhyiddin yang bererti “Penghidup Agama”. Pernah hidup dengan ayahnya di Seville, tempat beliau menumpukan pada pelajarannya. Kemampuan intelektual dan tingkat spiritualnya kelihatan begitu menonjol pada mata para gurunya. Pada usia 30 tahun, al-Arabi mulai mengembara, tidak hanya di Sepanyol, malah sampai ke Afrika Utara dan Asia. Ajarannya yang begitu berpengaruh hingga al-Arabi diberi gelar Sheikh Terbesar atau Asy-Syaikh al-Akhbar.

Karya buah tangan Ibn al-Arabi begitu banyak. Sayang sebahagian besar daripadanya tidak dapat ditemui lagi. Dalam perbendaharaan Melayu sukar ditemui karya Ibn al-Arabi berbanding misalnya karya Al-Ghazali. Orang mudah menyebut Ihya Ulumuddin karya Hujjah ul Islam Imam al-Ghazali. Namun agak sukar atau jarang sekali menyebut dua karya penting Ibn al-Arabi, iaitu al-Futuhat al-Makkiyyah (Pengungkapan Rahsia-rahsia di Mekah) mahupun Fushush al-Hikam (Untaian Hikmah).

Buku ini, iaitu Wasiat-wasiat Ibn ‘Arabi yang diterbitkan oleh Pustaka Hidayah, Bandung, Indonesia adalah bahagian-bahagian yang dinukil daripada al-Futuhat al-Makkiyyah yang sering disebut sebagai ensiklopedia tasawuf.

Buku ini mengisi 200 wasiat adalah petikan wasiat dan nasihat Ibn ‘Arabi daripada al-Futuhat al-Makkiyyah. Wasiat dan nasihat yang dikumpulkan mengandungi pelbagai aspek kehidupan yang amat bermanfaat untuk setiap insan menjalani kehidupan dan berhadapan dengan pelbagai cabarannya.

Agak mustahil untuk memetik semua wasiat yang dikemukakan Ibn Arabi di dalam ruang terhad ini. Namun sengaja saya memilih beberapa wasiatnya. Pemilihan ini sebenarnya agak sewenang-wenang kerana pada hakikatnya semua 200 nasihat dan wasiat yang dikemukakan dalam buku ini amat berguna dan bermanfaat sekali.

Tentang rendah diri, Ibn Arabi menasihatkan sebgaimana berikut: “Berhati-hatilah agar engkau jangan bersikap sombong atau tinggi hati (diri) di muka bumi. Biasakanlah bersikap rendah hati (tawaduk). Jika Allah mengangkat kata-katamu, maka tidak ada yang paling tinggi selain kebenaran. Jika Dia menganugerahkan kepadamu ketinggian di dalam hati makhluk-Nya, maka hal itu kembali kepada-Nya. Kerendahan hati, kehinaan (dzillah) dan ketidakberdayaan melekat pada dirimu, kerana engkau berasal dari tanah. Jangan merasa lebih tinggi dari tanah, kerana tanah adalah ibumu. Barangsiapa berlaku sombong kepada ibunya, maka ia telah mendurhakainya.”

Tentang menjaga ucapan atau pertuturan, Ibn Arabi mengatakan antaranya sebagaimana berikut, “Hendaknya engkau menjaga ucapanmu sebagaimana engkau menjaga perbuatanmu. Ucapanmu termasuk dalam perbuatanmu. Kerana itu dikatakan, “Barangsiapa menghitung ucapannya sebagai termasuk dalam perbuatannya, maka ia akan mengurangi ucapannya.” Ketahuilah bahawa Allah menjaga ucapan hamba-hamba-Nya kerana Allah hadir pada lisan setiap orang yang berbicara. Allah tidak mencegahmu daripada mengucapkannya. Akan tetapi engkau jangan mengucapkannya jika memang engkau tidak meyakininya, kerana Allah akan menanyaimu tentang itu.”

Dalam setiap wasiat kadang-kadang mengandungi banyak wasiat. Oleh hal yang demikian tidak ada jalan lain bagi memperoleh pengetahuan yang ada dalam buku ini kecualilah dengan membacanya. Dan sebaik-baik cara membaca buku ini adalah dengan berguru

IMAM IBNU ARABI RA

TOKOH ULAMA TAUHID AHLI SUNNAH WAL JAMAAH MAZHAB ASYAAIROH


Ibnu ‘Araby dikenal luas sebagai ulama besar yang banyak pengaruhnya dalam percaturan intelektualisme Islam. Ia memiliki sisi kehidupan unik, filsuf besar, ahli tafsir paling teosofik, dan imam para filsuf sufi setelah Hujjatul Islam al-Ghazali. Lahir pada 17 Ramadhan 560 H/29 Juli 1165 M, di Kota Marsia, ibukota Andalusia Timur (kini Spanyol), Ibnu ‘Araby bernama lengkap Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali bin Abdullah bin Hatim. Ia biasa dipanggil dengan nama Abu Bakr, Abu Muhammad dan Abu Abdullah. Namun gelarnya yang terkenal adalah Ibnu ‘Araby Muhyiddin, dan al-Hatamy. Ia juga mendapat gelar sebagai Syeikhul Akbar, dan Sang Kibritul Ahmar.Tumbuh besar di tengah-tengah keluarga sufi, ayahnya tergolong seorang ahli zuhud, sangat keras menentang hawa nafsu dan materialisme, menyandarkan kehidupannya kepada Tuhan. Sikap demikian kelak ditanamkan kuat pada anakanaknya,tak terkecuali Ibnu ‘Araby. Sementara ibunya bernama Nurul Anshariyah. Pada 568 H keluarganya pindah dari Marsia ke Isybilia. Perpindahan inilah menjadi awal sejarah yang mengubah kehidupan intelektualisme ‘Araby kelak; terjadi transformasi pengetahuan dan kepribadian Ibnu ‘Araby. Kepribadian sufi, intelektualisme filosofis, fikih dan sastra. Kerana itu, tidak heran jika ia kemudian dikenal bukan saja sebagai ahli dan pakar ilmu-ilmu Islam, tetapi juga ahli dalam bidang astrologi dan kosmologi.Meski Ibnu ‘Araby belajar pada banyak ulama, seperti Abu Bakr bin Muhammad bin Khalaf al-Lakhmy, Abul Qasim asy-Syarrath, dan Ahmad bin Abi Hamzah untuk pelajaran Alquran dan Qira’ahnya, serta kepada Ali bin Muhammad ibnul Haq al-Isybili, Ibnu Zarqun al-Anshary dan Abdul Mun’im al-Khazrajy, untuk masalah fikih dan hadis madzhab Imam Malik dan Ibnu Hazm Adz-Dzahiry, Ibnu ‘Araby sama sekali tidak bertaklid kepada mereka. Bahkan ia sendiri menolak keras taklid. Ibnu ‘Araby membangun metodologi orisinal dalam menafsirkan Alquran dan Sunnah yang berbeda dengan metode yang ditempuh para pendahulunya.

Hampir seluruh penafsirannya diwarnai dengan penafsiran teosofik yang sangat cemerlang. “Kami menempuh metode pemahaman kalimat-kalimat yang ada itu dengan hati kosong dari kontemplasi pemikiran.Kami bermunajat dan dialog dengan Allah di atas hamparan adab, muraqabah, hudhur dan bersedia diri untuk menerima apa yang datang dari-Nya, sehingga Al-Haq benar-benar melimpahkan ajaran bagi kami untuk membuka tirai dan hakikat… dan semoga Allah memberikan pengetahuan kepada kalian semua…”ujar Ibnu ‘Araby suatu kali. Jalan Tengah Pada perjalanan intelektualismenya, Ibnu ‘Araby akhirnya menempuh jalan halaqah sufi (tarekat) dari beberapa syeikhnya. Setidaknya, ini terlihat dari apa yang ia tulis dalam salah satu karya monumentalnya Al-Futuhatul Makkiyah, yang sarat dengan permasalahan sufisme dari beberapa syeikh yang memiliki disiplin spiritual beragam. Pilihan ini juga yang membuat ia tak menyukai kehidupan duniawi, sebaliknya lebih memusatkan pada perhatian ukhrawi.

Untuk kepentingan ini, ia tak jarang melanglang buana demi menuntut ilmu. Ia menemui para tokoh arif dan jujur untuk bertukar dan menimba ilmu dari ulama tersebut. Tidak mengherankan bila dalam usia yang sangat muda, 20 tahun, Ibnu ‘Araby telah menjadi sufi terkenal.Menurutnya, tarekat sufi dibangun di atas empat cabang, yakni: Bawa’its (instrumen yang membangkitkan jiwa spiritual); Dawa’i (pilar pendorong ruhani jiwa); Akhlaq, dan Hakikat-hakikat. Sementara komponen pendorongnya ada tiga hak. Pertama, hak Allah, adalah hak untuk disembah oleh hamba-Nya dan tidak dimusyriki sedikitpun. Kedua, hak hamba terhadap sesamanya, yakni hak untuk mencegah derita terhadap sesama, dan menciptakan kebajikan pada mereka.Ketiga, hak hamba terhadap diri sendiri, yaitu menempuh jalan (tarekat) yang di dalamnya kebahagiaan dan keselamatannya.Pada hak Allah (hak pertama), dapat dilacak secara sempurna pada seluruh karya Ibnu ‘Araby. Di sini, tauhid dijadikan sebagai konsumsi, iman sebagai cahaya hati, dan Alquran sebagai akhlaknya. Lalu naik ke tahap yang tak ada lagi selain al-Haq, yakni Allah SWT. Karakter Ibnu ‘Araby senantiasa naik dan naik ke wilayah yang luhur. Kuncinya senantiasa bertambah rindu, dan hatinya jernih semata hanya bagi al-Haq.Sementara rahasia batinnya bermukim menyertai-Nya, tak ada yang lain yang menyibukkan dirinya kecuali Tuhannya. Ibnu ‘Araby menggunakan kendaraan mahabbah (kecintaan), bermadzhab ma’rifah, dan ber-wushul tauhid. Ubudiyah dan iman satu-satunya dalam pandangan ‘Araby hanyalah kepada Allah Yang Esa dan Mahakuasa, Yang Suci dari pertemanan dan peranakan.
Sementara hak sesama makhluk, ia mengambil jalan taubat dan mujahadah jiwa, serta lari kepada-Nya. Ia gelisah ketika kosong atas tindakan kebajikan yang diberikan Allah, sebagai jalan mahabbah dan mencari ridha-Nya. Hak ini bersumber pada ungkapan ruhani dimana semesta alam yang ada di hadapannya merupakan penampilan al-Haq. Seluruh semesta bertasbih pada Sang Khaliq, dan menyaksikan kebesaran-Nya.
Hak terhadap diri sendiri adalah menempuh kewajiban agar sampai pada tingkah laku ruhani dengan cara berakhlak yang dilandaskan pada sifat-sifat al-Haq, dan upaya penyucian dalam taman

Zat-Nya.Kontroversial Meski demikian, tak sedikit yang menilai pandangan-pandangan filsafat tasawuf Ibnu ‘Araby, terutama kaum fuqaha’ dan ahli hadis, sebagai sangat kontroversial.Sebut saja, misalnya, teorinya tentang Wahdatul Wujud yang dianggap condong pada pantheisme. Salah satu sebabnya adalah lantaran dalam karya-karyanya itu Ibnu ‘Araby banyak menggunakan bahasa-bahasa simbolik yang sulit dimengerti khususnya kalangan awam. Karenanya, tidak sedikit yang mengganggap ‘Araby telah kufur, misalnya Ibnu Taymiyah, dan beberapa pengikutnya yang menilainya sebaga ‘kafir’. Memang pada akhirnya, Ibnu Taimiyah menerima pandangan Ibnu ‘Araby setelah bertemu dengan Taqyuddin Ibnu Athaillah as-Sakandari asy-Syadzily di sebuah masjid di Kairo, yang menjelaskan makna-makna metafora Ibnu ‘Araby. “Kalaubegitu yang sesat itu adalah pandangan pengikut Ibnu ‘Araby yang tidak memahami makna sebenarnya,” komentar Ibnu Taimiyah.Di Indonesia, ketersesatan memahami Ibnu ‘Araby juga terjadi khususnya di Jawa, ketika aliran kebatinan Jawa Singkretik dengan tasawuf Ibnu ‘Araby.Diskursus Manunggaling Kawula Gusti telah membuat penafsiran yang menyesatkan di kebatinan Jawa, yang sama sekali tidak pantas untuk dikaitkan dengan Wahdatul Wujud-nya Ibnu ‘Araby. Bahkan di pulau padat penduduk ini,sudah melesat ke arah kepentingan jargon politik yang menindas atas nama Tuhan. Kerana itulah, untuk memahami karya-karya dan wacana Ibnu ‘Araby,harus disertai tarekat secara penuh, komprehensif dan iluminatif.Menurut penelitian para ulama dan orientalis, Ibnu Araby mempunyai sedikitnya 560 kitab dalam berbagai disiplin ilmu keagamaan dan umum. Malah ada yang mengatakan, termasuk risalah-risalah kecilnya, mencapai 2.000 judul. Kitab tafsirnya yang terkenal adalah Tafsir al-Kabir yang terdiri 90 jilid, dan ensiklopedi tentang penafsiran sufistik, yang paling masyhur, yakni Futuhatul Makkiyah (8jilid), serta Futuhatul Madaniyah. Sementara karya yang tergolong paling sulit dan penuh metafora adalah Fushushul Hikam. Dalam lentera karya dan pemikirannya itulah, ia begitu kuat mewarnai dunia intelektualisme Islamuniversal

NASIHAT IMAM GHAZALI , HUJJATUL ISLAM KITA


Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam beliau bertanya beberapa hal. Pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?“Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “Mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
(QS. Ali Imran (3) : 185)

Lalu Imam Al-Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar, ujarnya, adalah “MASA LALU”
Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam Al-Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?”

Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Al-Ghazali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “Nafsu” . Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
(QS. Al-A’raaf (7): 179)

Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban kalian benar, kata Imam Al-Ghazali, tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH”. Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Ahzab (33) : 72-73)


Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Al-Ghazali. Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah ‘meninggalkan SHOLAT’. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita juga tinggalkan sholat.

Lantas pertanyaan keenam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”

Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam Al-Ghazali. Tapi yang paling tajam adalah “lidah MANUSIA”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri

WASIAT IMAM GHAZALI R.A



WASIAT SYEIKHUL ISLAM IMAM GHAZALI

1. Tuntutan berbakti kepada ibu bapa.
Berbakti kepada ibubapa wajib kerana ia hukum Allah SWT. Anak yang enggan berbakti kepada kedua ibubapanya dianggap anak derhaka. Dan perbuatan derhaka satu dosa besar.

2. Mengasihi anak yatim.
Kasihanilah anak yatim kerana Rasullullah s.a.w. juga tergolong sebagai anak yatim dan baginda akan bersama-sama dengan orang yang menyayangi dan mengasihani anak yatim di akhirat.

3. Allah menguji kita.
Ujian datang silih berganti. Ia merupakan warna kehidupan setiap insan. Laluilah ia dengan sabar agar kualiti iman kita meningkat kerana ujian itu untuk mematangkan keimanan kita.

4. Menghormati dan memuliakan guru.
Menghormati dan memuliakan guru merupakan tugas dan kewajipan kita sebagai anak dan murid. Guru bagaikan orang tua kita sendiri yang wajib kita hormati dan muliakan.

5. Menanamkan iman dalam anak.
Menanamkan iman dalam diri anak merupakan kewajipan orang tua. Anak-anak akan membesar dalam suasana cukup peka dan sensitive dengan Tuhan. Bila ini sudah ada, dengan sendirinya dia akan malu dan takut untuk membuat dosa.

6. Islam mengajarkan hidup sihat.
Banyak pendidikan kesihatan yang diajar oleh Rasulullah s.a.w. kepada umatnya termasuk aspek kebersihan tubuh badan, pakaian, alam sekitar dan juga makanan. Kerana di dalam tubuh yang sihat itu terdapat kelazatan dalam beribadat.

7. Menghormati tetamu.
Islam mendidik kita agar memuliakan dan menghormati tetamu. Kerana tetamu datang membawa rezeki dan apabila ia pulang, dosa-dosa kita terhapus.

8. Menghormati jiran.
Menghormati jiran adalah merupakan tugas dan kewajipan setiap Muslim. Kita di tuntut untuk bersikap memuliakan jiran kita kerana jiranlah orang yang paling terdekat dengan kita.

9. Menggunakan akal untuk berfikir.
Al-Quran memerintahkan kita agar berfikir dan menggunakan akal untuk memecahkan rahsia hidup ini. Matlamatnya adalah untuk kebahagiaan dunia dan akhirat kita.

10. Membuktikan kebenaran Al Quran.
Al-Quran mengandungi fakta dan mukjizat. Kejadian alam, manusia dan ilmu pengetahuan didedahkan secara terus terang, yang membuat manusia yakin akan kebenaran adanya ALLAH.

11. Mencintai ilmu.
Mencintai ilmu dan mengamalkan ilmu adalah tanda kecerdasan dan disukai Allah SWT. Barangsiapa yang keluar rumahnya dengan niat untuk mencari ilmu, nescaya dilindungi Allah SWT sampai ia kembali.

12. Jangan berdusta.
Sesungguhnya dusta itu menuntun kepada kekejian dan kekejian itu menuntun ke dalam api neraka. Tidak henti-hentinya seseorang berdusta dan membiasakan diri dalam dusta, sehingga dicatat di sisi Allah SWT sebagai pendusta.

13. Mengawal lisan.
Menyaksikan maksiat, kejahatan dan menjadi saksi palsu adalah di antara penyakit lidah dan penyakit hati yang amat berbahaya. Ianya menjadi punca kepada rosaknya iman dan seterusnya boleh membawa ke neraka jahanam.

14. Jangan dekati zina.
Islam tidak hanya mengharamkan perbuatan zina, tetapi termasuk juga sebarang tindak-tanduk yang membawa kepada berlakunya perbuatan yang terkutuk itu, iaitu sebarang perlakuan ke arah menghampiri zina.

15. Jangan dekati minuman yang memabukkan.
Minuman yang memabukkan seperti arak, hukumnya adalah haram, samada sedikit atau banyak, mabuk atau tidak. Setiap Muslim yang berakal pasti menjauhi arak kerana ia merosakkan akal, menimbulkan penyakit dan dimurkai Allah SWT.

16. Menjadi pemimpin yang adil.
Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang menghukum dengan penuh keadilan, dan apabila berkata, dia berkata dengan penuh kebenaran, tidak penyakiti hati orang dan jujur samada kepada diri sendiri mahupun kepada orang lain.

17. Menjadi pejuang di jalan Allah.
Muhajirin atau pejuang-pejuang Islam yang berjuang di jalan Allah SWT adalah mereka yang merentasi ceruk bumi ini dengan satu mesej iaitu menegakkan kebenaran Islam dan menghancurkan kebatilan.

18. Menjadi ahli kebaikan.
Ahlul Itsar iaitu orang-orang yang gemar melakukan kebaikan, sentiasa mendahulukan kepentingan orang lain, menolong dan membantu orang yang memerlukan bantuannya. Mereka adalah orang yang paling bermanfaat dan disayangi oleh orang lain.

19. Redha dengan ketentuan Allah SWT.
Orang-orang yang redha dengan ketentuan Allah SWT, maka Allah bukakan pintu-pintu kebaikan yang banyak sehingga tiada hari bagi mereka melainkan harus berbuat kebaikan, iaitu kebaikan apa sahaja yang diperintahkan oleh agama.

20. Menjadi golongan yang selamat.
Ahlun Najat iaitu orang-orang yang selamat. Mereka hanya menunaikan amalan-amalan yang wajib dan meninggalkan larangan-larangan Allah SWT. Hanya itu yang mereka kerjakan, tidak lebih dan tidak pula kurang.

21. Menjadi manusia yang bahagia.
Menjadi manusia yang paling bahagia adalah idaman setiap insan. Oleh itu, raihlah hari-hari bahagia bersama Allah SWT dan RasulNYA.

22. Memelihara sifat malu.
Malu adalah perhiasan Mukmin sejati. Ianya merupakan akhlak para Nabi dan Rasul yang harus dimiliki setiap orang yang mengaku umat Muhammad s.a.w.

23. Memusuhi syaitan.
Syaitan adalah musuh yang nyata ke atas manusia. Oleh itu, jadikan ia sebagai musuh, bukan sebagai kawan.

24. Menyambung silaturahim.
Silaturahim adalah amalan mulia para Nabi dan Rasul, sehinggakan orang yang memutuskan silaturahim dianggap telah melakukan dosa besar.

25. Mengingati mati.
Mengingati mati mendatangkan kemanisan iman dan sekaligus menguatkan rasa ber-Tuhan dan taqarrub kepada Allah SWT.

26. Menghafal AlQuran
Orang yang menghafal Al Quran dianggap sebagai keluarga-keluarga Allah SWT. Oleh itu, perbanyakkanlah menghafal Al Quran kerana ia menjadi cahaya di dalam kubur.

27. Solat Tahajud.
Solat Tahajjud ataupun Qiamullail adalah solatnya para Nabi dan Rasul. Bangunlah pada malam yang akhir dan gunakan waktumu untuk meminta hajatmu, nescaya akan segera ditunaikan Allah SWT.

28. Mencintai Rasulullah s.a.w.
Kasih dan cinta kepada Rasulullah s.a.w. adalah satu kemestian dalam kehidupan seorang Muslim. Setiap Muslim mesti berbuat demikian kerana baginda adalah orang yang paling berjasa di dalam membimbing dan memberi petunjuk kepada manusia sejagat.

29. Berdoa dan berusaha
Doa memiliki kekuatan dan kehebatan yang dahsyat sehinggakan doa dianggap sebagai senjata mukmin dan pembuka pintu rezeki.

30. Solat yang khusyuk.
Solat yang khusyuk adalah kunci mendapatkan keredhaan Allah SWT. Latihlah kekhusyukan di dalam solat supaya beroleh kemenangan di syurga

WASIAT IMAM SYAFIE MUJTAHID MUTLAK KITA SEBELUM WAFAT



SEBELUM Imam Syafie pulang ke rahmatullah, beliau sempatberwasiat kepada para muridnya dan umat Islam seluruhnya. Berikut ialah kandungan wasiat tersebut "Barangsiapa yang ingin meninggalkan dunia dalam keadaan selamat makahendaklah ia mengamalkan sepuluh perkara."PERTAMA: HAK KEPADA DIRI .Iaitu: Mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkanpercakapan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.KEDUA: HAK KEPADA MALAIKAT MAUTIaitu: Mengqadhakan kewajipan-kewajipan yang tertinggal, mendapatkan kemaafan dari orang yang kita zalimi, membuatpersediaan untuk mati dan merasa cinta kepada Allah. KETIGA : HAK KEPADA KUBURIaitu : Membuang tabiat suka menabur fitnah, membuang tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat Tahajjud dan membantu orang yang dizalimi. KEEMPAT: HAK KEPADA MUNKAR DAN NAKIRIaitu : Tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati. KELIMA : HAK KEPADA MIZAN (NERACA TIMBANGAN AMAL PADA HARI KIAMAT)Iaitu : Menahan kemarahan, banyak berzikir, mengikhlaskan amalan dan sanggup menanggung kesusahan.KEENAM : HAK KEPADA SIRAT (TITIAN YANG MERENTANGI NERAKA PADA HARI AKHIRAT)Iaitu : Membuang tabiat suka mengumpat, bersikap warak, suka membantu orang beriman dan suka berjemaah.KETUJUH : HAK KEPADA MALIK (PENJAGA NERAKA)Iaitu : Menangis lantaran takutkan Allah SWT, berbuat baik kepada ibu bapa, bersedekah secara terang-terangan serta sembunyi dan memperelok akhlak.KELAPAN : HAK KEPADA RIDHWAN (MALAIKAT PENJAGA SYURGA)Iaitu : Berasa redha dengan Qadha' Allah, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat Allah dan bertaubat dari melakukan maksiat.KESEMBILAN : HAK KEPADA NABI S.A.WIaitu : Berselawat ke atas baginda, berpegang dengan syariatbergantung kepada as-Sunnah (Hadith) menyayangi para sahabatdan bersaing dalam mencari keredhaan Allah. KESEPULUH : HAK KEPADA ALLAH SWTIaitu : Mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah manusia dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan." Ya Allah... berilah petunjuk kepada kami agar kami sentiasa berada lurus di jalan Mu...Amin.."

Tuesday, April 27, 2010

KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH SAW





Khutbah Terakhir Rasulullah SAW
Wahai Manusia,dengarlah baik-baik apa yang hendak ku katakan.Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini.Oleh itu dengarlah dengan teliti kata-kataku dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

Wahai manusia,sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci,maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak.Janganlah kamu sakiti sesiapa pun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi.Ingatlah bahawa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan diatas segala amalan kamu.Allah telah mengharamkan riba,oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu.Dan dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar,maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikuti nya dalam perkara-perkara kecil.

Wahai manusia,sebagaimana kamu mempunyai hak keatas isteri kamu ,mereka juga mempunyai hak di atas kamu.Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang.Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik,berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu yang setia.Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia ,dengarlah bersungguh-sungguh kata-kata ku ini,Sembahlah Allah,Dirikanlah solat lima kali sehari,Berpuasalah di Bulam Ramadan dan Tunaikanlah Zakat dari harta kekayaan kamu.Kerjakanlah ibadat Haji sekiranya kamu mampu.Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah bersaudara kepada Muslim yang lain.Kamu semua adalah sama,tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal soleh.

Ingatlah,bahawa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan.Oleh itu Awasilah agar jangan sekali-kali terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

Wahai manusia,tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru.Oleh itu wahai manusia,nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu.Sesumgguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara,yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya ,nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya.Itulah Al-Quran dan Sunnahku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku menyampaikan pula kepada orang lain.Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dari ku.Saksikanlah Ya Allah bahawasanya telah aku sampaikan risalah Mu kepada hamba-hamba mu.

(Khutbah ini disampaikan oleh Rasullah s.a.w pada 9hb Zulhijjah Tahun 10 Hijrah di Lembah Uranah,Gunung Arafah.)

WASIAT IMAM SYAFIE RA. ULAMA MUJTAHID KITA


Mutiara Kata:
“Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia dan jangan kamu ikuti jalan-jalan (lainnya) sebab jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Allah berwasiat kepada kamu mudah-mudahan kamu bertaqwa.” (QS. Al An’am : 153)

WASIAT IMAM SYAFIE RAHIMAHULLAH

Muhammad bin Ali bin Shabbah Al-Baldani berkata: “Inilah wasiat Imam Syafie yang diberikan kepada para sahabatnya:


"Hendaklah anda bersaksi bahawa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagiNya. Dan sesungguhnya Muhammad bin Abdullah adalah hamba dan RasulNya. Kami tidak membezakan para rasul antara satu dengan yang lain. Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah SWT semata, Tuhan semesta alam yang tiada bersekutu dengan sesuatu pun. Untuk itulah aku diperintah, dan saya termasuk golongan orang yang menyerahkan diri kepadaNya."


"Sesungguhnya Allah SWT membangkitkan orang dari kubur dan sesungguhnya syurga itu haq, neraka itu haq, azab neraka itu haq, hisab itu haq dan timbangan amal serta jambatan itu haq dan benar adanya. Allah SWT membalas hambaNya sesuai dengan amal perbuatannya. Di atas keyakinan ini aku hidup dan mati, dan dibangkitkan lagi, insya Allah."


"Sesungguhnya Al-Quran itu adalah kalam Allah SWT, bukan makhluk ciptaanNya. Sesungguhnya Allah SWT di hari akhir nanti akan dilihat oleh orang-orang mukmin dengan mata telanjang, jelas, terang tanpa ada suatu penghalang, dan mereka mendengar firmanNya. Sesungguhnya takdir, baik buruknya adalah berasal dari Allah Yang Maha Perkasa dan Agung. Tidak terjadi sesuatu kecuali apa yang Allah SWT kehendaki dan Dia tetapkan dalam qada’ qadarNya."

"Sesungguhnya sebaik-baik manusia setelah Baginda Rasulullah SAW adalah Abu Bakar, Umar, Uthman dan Ali radhiallahu’anhum. Aku mencintai dan setia kepada mereka, dan memohonkan ampun bagi mereka, bagi pengikut perang Jamal dan Shiffin, baik yang membunuh mahupun yang terbunuh, dan bagi segenap Nabi. Kami setia kepada pemimpin negara Islam (yang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah) selama mereka mendirikan solat. Tidak boleh membangkang serta memberontak mereka dengan senjata. Kekhalifahan (kepemimpinan) berada di tangan orang Quraisy. Dan sesungguhnya setiap yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya pun diharamkan. Dan nikah mut’ah adalah haram."

"Aku berwasiat kepadamu dengan taqwa kepada Allah SWT, konsisten dengan sunnah dan atsar dari Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Tinggalkanlah bid’ah dan hawa nafsu. Bertaqwalah kepada Allah SWT sejauh yang engkau mampu. Ikutilah solat Jumaat, jamaah dan sunnah (Rasulullah SAW). Berimanlah dan pelajarilah agama ini. Siapa yang mendatangiku di waktu ajalku tiba, maka bimbinglah aku membaca “Laa ilahaillallah wahdahu lasyarikalahu waanna Muhammadan ‘abduhu warasuluh”.

Di antara yang diriwayatkan Abu Tsaur dan Abu Syu’aib tentang wasiat Imam Syafie adalah:

“Aku tidak mengkafirkan seseorang dari ahli tauhid dengan sebuah dosa, sekalipun mengerjakan dosa besar, aku serahkan mereka kepada Allah Azza Wajalla dan kepada takdir serta iradah-Nya, baik atau buruknya, dan keduanya adalah makhluk, diciptakan atas para hamba dari Allah SWT. Siapa yang dikehendaki menjadi kafir, kafirlah dia, dan siapa yang dikehendakiNya menjadi mukmin, mukminlah dia. Tetapi Allah SWT tidak redha dengan keburukan dan kejahatan dan tidak memerintahkan atau menyukainya. Dia memerintahkan ketaatan, mencintai dan meredhainya. Orang yang baik dari umat Muhammad SAW masuk syurga bukan kerana kebaikannya (tetapi kerana rahmatNya). Dan orang jahat masuk neraka bukan kerana kejahatannya semata-mata. Dia menciptakan makhluk berdasarkan keinginan dan kehendakNya, maka segala sesuatu dimudahkan bagi orang yang diperuntukkannya, sebagaimana yang terdapat dalam hadis."


"Aku mengakui hak pendahulu Islam yang soleh yang dipilih oleh Allah SWT untuk menyertai NabiNya, mengambil keutamaannya. Aku menutup mulut dari apa yang terjadi di antara mereka, pertentangan ataupun peperangan baik besar mahupun kecil. Aku mendahulukan Abu Bakar, kemudian Umar kemudian Uthman kemudian Ali radhiallahu ‘anhum. Mereka adalah Khulafaur Rasyidin. Aku ikat hati dan lisanku, bahawa Al-Quran adalah kalamullah yang diturunkan, bukan makhluk yang diciptakan. Sedangkan mempermasalahkan lafaz (ucapan seseorang yang melafazkan Al-Quran apakah makhluk atau bukan) adalah bid’ah, begitu pula sikap tawaqquf (diam, tidak mahu mengatakan Al-Quran itu bukan makhluk, juga tidak mahu mengatakan Al-Quran itu makhluk”) adalah bid’ah. Iman adalah ucapan dan amalan yang mengalami pasang surut." (Lihat Al-Amru bil Ittiba’, As-Suyuthi, hal. 152-154, tahqiq Mustofa Asyur; Ijtima’ul Juyusyil Islamiyah, Ibnul Qayyim, 165).

Wallahua'lam... ::

WASIAT ABUYA SYED MUHAMMAD ALAWI -2 SEBELUM WAFAT



AL ALIM AL ALAMAH ABUYA SYED MUHAMMAD ALAWI RA BERWASIAT SEBELUM WAFAT...
HAYATI WASIAT ULAMA KITA.
ULAMA PEWARIS NABI SAW.

Beliau رضي الله عنه mengakhiri wasiatnya dengan wasiat yang dikhabarkan oleh ayahanda beliau, al-Habib as-Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas al-Maliki daripada al-Habib ‘Alawi ibn Thohir al-Haddad, sebagaimana wasiat beliau kepada ayahandanya:

Hendaklah orang yang diijazahkan menjadikan sebuah kitab tertentu sebagai rujukan dan peringatan terutama apabila sibuk berdakwah kepada Allah. Perkara pertama yang perlu dilazimi oleh orang yang ingin berdakwah selepas memeahami hukum-hakam syariat ialah mengetahui segala janji baikNya bagi orang yang melakukan ketaatan dan janji burukNya bagi orang yang melakukan ma’siat yang terkandung di dalam al-Quran dan Hadits.
Maka kepadanya hati-hati sentiasa berasa rindu dan didalamnya terdapat cahaya iman. Untuk mengetahui semua perkara tersebut, memadailah dengan membaca kitab an-Nasho`ih ad- Diniyah wal Washoya al-Imaniyah (karangan al-Imam al-Habib Abdullah al-Hadddd). Sekalipun ia ringkas tetapi telah mengumpulkan perkara-perkara yang tidak dapat itdak diperlukan oleh semua orang Islam.

Sekiranya hendak mengetahui thariqat yang khusus dan adab yang telah disyariatkan, hendaklah melazimkan membaca kitab ad-Dakwah at-Tammah wat Tazkirah al-‘Ammah (karangan al-Imam al-Habib Abdullah al-Hadddd). Jangan membaca tujuan untuk mengambil berkat sebagaimana mereka katakan, tetapi berazam membacanya untuk mendapatkan kefahaman dan memberi kefahaman kepada orang lain. Maka keberkatan yang sebenar ialah apabila disertakan dengan amal. ………..

……… berwaspadalah daripada menjadikan suatu kebiasaan hanya mengulang-ulang membaca permasalahan fiqih, siang dan malam, semasa tua dan muda tanpa membacak itab agama yang lain seperti ilmu tafsir, hadits dan tasawuf. Dengan membataskan bacaan hanya kepada kitab-kitab fiqih adalah suatu kelemahan, kejumudan dan menjauhkan diri daripada akhlaq yang baik serta mewariskan kekerasan hati. Demikianlah telah diperkatakan oleh syaikh-syaikh kami dan lain-lainnya ………

…. Kemudin beliau berkata: Apabila zaman telah menjadi zaman bid’ah, fitnah, kesamaran, maka hendaklah penuntut-penuntut ilmu mempersiapkan dirinya untuk menjadi salah seorang daripada orang-orang yang mempertahankan agama Allah dan menegakkan hujjahNya di tas muka bumi. Seseorang itu tidak akan mampu menjadi seperti itu, jika tidak mengambil setiap ilmu dengan secukupnya. Sesiapa yang memohon pertolongan Allah, maka Allah akan membantunya …….


Moga-moga dengan mengingati ulama besar ini, aku berharap beroleh syafaat darinya …..

أحب الصالحين ولست منهم
لعلي أن أنال بهم شفاعة
kasih aku akan segala orang yang shalih, dan tiada aku daripada mereka itu
mudah-mudahan bahawa mendapat aku dengan mereka itu akan syafa' at

اللهم انشرنفحات الرضوان عليه وإمدنا بالأسرار التي أودعتهالديه. اللهم صل وسلم على جده النبي الأمين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Ya Allah! Sebarkanlah hembusan keredhaanMu keatasnya dan limpahkanlah, Ya Allah kepada kami segala rahsia yang Engkau simpan disisinya.

Ya Allah kurniakanlah rahmat dan kesejahteraan keatas nendanya, Nabi al-Amin, penghulu kami Muhammad dan keatas keluarga dan shahabat-shahabatnya sekalian.

الفاتحة إلى حضرة النبي صلى الله عليه وآله وسلم و الى روح سيدنا الحبيب محمد بن علوي المالكي الحسني

HABIB ALI LAWAT PONDOK


HABIB ALI MELAWAT PONDOK DI AFRIKA


MASYALLAH , Ada lagi pondok sebegini ! SUBAHANALLAH hebat2 sungguh menarik kita lihat dan dapat kita hayati zaman kegemilangan ilmu zaman salaf dulu , sungguh mujahadah mereka untuk ilmu hingga Islam sampai kepada kita hasil asbab mujahadah mereka menyebar ilmu dan dakwah.


ZUHUD , SANGGUP BERUZLAH demi untuk mendapat ketenangan beribadah dan menuntut ilmu agama. HABIB ALI BERSAMA SYEIKH MADRASAH MURABIT AL HAJJ MAURITANIA .Syeikh ini sudah berusia hampir 100 tahun , mudahan Allah memanjang usia dan rahmati syeikh ini amin .Syeikh ini pernah berjalan kaki dari Afrika ke Makkah untuk menimba ilmu disana pada usia remaja beliau , semasa berumur 20 tahun .


Habib Ali bersama rakan beliau Syeikh Hamzah ulama terkenal ahli sunnah di AMARIKA sekarang . Syeikh Hamzah memeluk islam pada usia muda dan terus belajar di madrasah ini hingga menjadi ulama terkenal sekarang . Syeikh Hanzah merupakan pensyarah di Zaytun institute Calitionia US


Habib Ali berehat2 bersama rakan betukar pandangan mereka .


Keadaan pondok begitu daif .


MASYALLAH hebat mereka mujahadah , untuk sampai ke pondok ini kita perlu mendaki gunung selama 6 jam .

Friday, April 23, 2010

ABUYA SYED MUHAMMAD ALAWI PERNAH BERWASIAT UNTUK UMMAH SEBELUM WAFAT





ALLAHHUAKBAR !!!
Naik tegak bulu roma dan apabila hayati wasiat ALLAHYARHAM SYED MUHAMMAD ALAWI R.A

Sebelum guru yang mulia wafat ,ALLAHYARHAM AL ALIM AL ALAMAH SYEIKH SYEDI MUHAMMAD ALAWI RA
pernah berwasiat ...

"AKU BERWASIAT PADA DIRI KU DAN MURID2 YANG MENERIMA IJAZAH DARI PENGAJIAN KU ....

BERTAQWALAH KEPADA ALLAH , betulkan niat nenuntut ilmu , niat semata2 kerana untuk keredhaan Allah . Tuntut ilmu dengan ikhlas dan jujur meamalkan kerana KEREDHAAN ALLAH !

BERSUNGGUH2 MENUNTUT ILMU AGAMA !

JADDIAKAN AL QURAN SEBAGAI WIRID , bertafakur tentang kandungan AL QUARAN dengan teliti akan maksudnya dengan sempurna yang munggkin dan dalami mutiara maknanya untuk mengeluar darinya perbendaharaan dan permatanya satu yang melapangkan dada , makin bertambah keyakinan dan agama dan dapat hadir kebesaran ALLAH dalam diri .

BACALAH KITAB SUFI (TASAWUF) sebagai wirid (ulang2 dijadikan amalan harian)
JADIKAN KITAB SUFI sebagai teman harian waktu pagi dan petang dan berpegan isinya kandungannya dalam apa keadaan. Taklifkan (berati diri) diri kamu untuk beramal isi kandungannya dan meninggalkan perkara yang ditegahnya .

BERAKHLAK BAIK pada semua makhluk .
JADILAH MANUSIA YANG PALING LEMAH LEMBUT sopan santun , maafkan orang yang menzalimi kamu . Lakukan kebaikan bagi yang memutuskan hubungan dengan kamu dan lakukan kebaikan kepada mereka yang pernah melakukan kejahatan kepada kamu , lakukanlah kebaikan kepada mereka.Maaflah kesalahan mereka , sekalipun kesalahan itu berat dan besar bpada kamu!

KASIHI ORANG FAKIR DAN YANG LEMAH , hadirilah semua majlis jemputan mereka, jangan kamu rasa besar diri kepada mereka , kamu perlu rasa terlebih hina dari mereka !

SIFAT WARA perlu disemat pada diri , kerana WARA ASA AGAMA dan merupakan sifat orang yang meletakkan ALLAH MATLAMATNYA!

BERSANGKA BAIK TERHADAP ALLAH damn SEKALIAN MUSLIMIN kerana sifat trsebut ada keuntunggan !

BERSUNGGUH MENYAMPAIKAN ILMU DAKWAH dan mengajar ummat dengan ilmu agama !

YA ALLAH , TOLONGLAH KAMI BANTULAH KAMI SUPAYA KAMI DAPAT MENGHAYATI DAN BERAMAL DENGAN WASIAT ULAMA PEWARIS NABI SAW INI . MUDAHAN ALLAH SWT MENCUCURI RAHMAT KEPADA ROH ABUYA ...AL FATIHAH

AMANAT DATO MUFTI KEDAH




DATO MUFTI KEDAH menasihati orang ramai untuk tingkatkan ilmu , dalami ilmu agama .
Amalkan ilmu yang dipelajari dengan brsungguh2 .
Beliau membaca sepotong hadith Rasulullah SAW yang bermaksud "jadikanlah diri kamu orang yang alim , atau pelajar agama , atau orang yang mendengar ilmu agama , atau orang yang kasih kepada pelajar ilmu agama , janganlan jadi orang yang kelima maka kamu akan celaka "(golongan yang kelima yang mana tidak alim , tidak belajar , tidak mendengar dan tidak kasihkan orang belajar agama bahkan memusuhi ,mefithnah golongan agama ! ini celaka katanya ...)

BICARA MUFTI -DI PONDOK SIK

KULIAH JUMAAT PONDOK SIK HARI INI BERGABUNG DENGAN BICARA MUFTI KERAJAAN KEDAH YANG DIANJUR PERSATUAN ULAMA KEDAH (PUK), SUNGGUH MENARIK DAN DIUBAH TAJUK KEPADA "BICARA ULAMA "



DATO MUFTI , BERSAMA TN GURU HJ WAHAB LANAI , SAF KEPIMPINAN ULAMA NEGERI KEDAH , SYEIKH MUSLIM DAN YB CIKGU UDA CHE NIK DIPENTAS UTAMA , KULIAH MADRASAH AR- RAHMANAIAH


Dato Mufti menyampaikan ceramah . Dato Mufti memberi nasihat dan suntikan semangat menuntut ilmu pada rakyat sik dan seluruh ahli kuliah pondok Tn Guru Hj Salleh.


SYEIKH MUSLIM sebagai wakil Tn Guru menyampaikan kata aluan pembukaan majlis BICARA ULAMA


YDP PERSATUAN ULAMA KEDAH menyampaikan cenderamata pada TN GURU HJ SALLEH


DATO MUFTI KEDAH , TN GURU , AJK PERSATUAN ULAMA KEDAH , AJK MADRASAH TN GURU , BERSAMA SEBAHAGIAN PELAJAR MERAKAMKAN KENANGAN


SAYA SEBAGAI WAKIL PONDOK MENYERAH SUMBANGAN UNTUK PERSATUAN ULAMA NEGERI KEDAH , DENGAN DISAKSIKAN OLEH TN GURU SELAKU MUDIR



AJK KECIL SAMBUTAN MAJLIS BICARA ULAMA

Thursday, April 22, 2010

ABUYA SYED MUHAMMAD ALAWI -PEMERGIAN MU DIKENANG


ALLAHYARHAM AL ALIM AL ALAMAH SYED MUHAMMAD ALAWI , ULAMA AHLI SUNNAH YANG KITA SANJUNG TINGGI MERUPAKAN ULAMA KETURUNAN RASULULLAH SAW . Beliu sangat kuat menentang wahabi . Di Makkah beliau pernah dihalau oleh kerajaan wahabi , tetapi oleh kerana pengaruh ulama kita ini luas maka kerajaan wahabi Makkah tidak berani mengusir beliau dan membenarkan beliau menubuhkan madrasah di Makkah .



Abuya merupakan ulama yang dikasihi umat . Pemikiran terbuka , ilmu yang mantap , jiwa yang ikhlas beliau berjaya menarik ratusan ribu pengaruh diserata dunia .


Pada waktu sahur 4.30 pagi , hari jumaat 15 ramadhan 1425 , selepas 2 jam lepas sahaja baru menamatkan pengajian bersama 600 muridnya maka wafatlahlah ulama kita yang diibarat sebagi pelita ahli sunnah . ALLAHHUAKBAR!!!
Seluruh dunia Islam dan umat terutama ahli sunnah meratapi kewafatan ulama besar kita . MUDAHAN ALLAH CUCURI RAHMAT ABUYA AMIN .


Jenazah abuya disolatkan ratusan ribu ummat , di Masjdil Haram 300 000 orang yang solat jenazah untuk abuya yang mulia , di imami oleh Syeikh Subayl .
Jenazah mulia diiringi ratusan ribu umat . Jalan dari Masjidil Haram ke Maala ditutup dan kerajaan mearahkan 500 pasukan tentera mengawal lalu lintas .

TAWASUL -ULAMA KITA HARUSKAN


AL ALIM AL ALAMAH AL FAQIIH AL HABIB ZAIN BIN IBRAHIM BIN SUMAITH
mengharuskan kita bertawasul , bahkan beliau sependapat dengan seluruh Ulama Ahli Sunnah Wal jamaah .
Al Habib mengarang kitab berjudul AL AJWIBAH AL GHAALIYAH , bahas bab tawasul pada halaman 77-79.
Ulama ahli sunnah tiada pernah melarang bahkan mengharuskan tawasul dengan nabi yang hidup atau sudah wafat , begitu juga orang soleh , ulama2 .
Nabi Adam pernah bertawasul dengan nama Nabi kita yang mulia MUHAMMAD SAW .
Saidina Umar pernah bertawasul dengan Saidina Abas .

Kita mohon kepada ALLAH bukan kepada makhluk . Wahabi tidak faham soal ni !

Wednesday, April 21, 2010

ULAMA TURUN PADANG , BANTU KEKALKAN KEMENANGAN PR HULU SELANGOR


TN GURU HJ SALLEH dijadualkan akan turun ke Hulu Selangor pada 24April .
Rombongan kami dijadual akan menginap di rumah saudara Rosli abang kepada Roslan , murid Tn Guru.
SOLAT HAJAT DI PONDOK SIK BESOK .DATANG BERAMAI2. LIHAT JADUAL DIBAWAH


Tn Gury Nik Aziz akan berkampung 2 hari bermula malam ini di Hulu Selangor .
Pulang dari Makkah kerja umrah terus turun berkempen . Mudahan perjuangan mereka diberkati Allah amin ...

ADA YANG MENYERANG PERIBADI CALON HULU SELANGOR ZAID IBRAHIM ,DAN ADA YANG MENYERANG ULAMA KITA ! KEPUTUSAN ULAM KITA TEPAT , MATANG DAN BERHIKMAH !!!
Walaupun kita tentng kuat Zaid satu ketika dulu , itu masa dia dalam UMNO , sekarang dia dah keluar umno ,dah taubat dari minum arak dan sikap2 dia yang dulu , maka apa salah kita bantu dia ?. Kita bantu perjuangan .
Walapun PKR bukan dasar Islam , tetapi kita hanya tolong atas dasar pakatan yang akan memberi peluang kepada PAS tegakkan syariat Islam apabila PR menang dan merintah Malaysia bersama PR , Mana munggkin PAS akan berdiri sendiri pada adatlah . ALLAH MAHA PEKUASA !!!
Tetapi kita ikut asbab yang ghalib!

PESANAN KEPADA PENYOKONG DAN PETUGAS PAS DAN YANG ISLAM DALAM PR JANGAN LUPA ALLAH, JANGAN TINGGAL SOLAT , BANYAK BEDOA DAN MUNAJAT , TERLEBIH BAIK SOLAT HAJAT .

HIKMAH DALAM DAKWAH !


TN GURU HJ SALLEH TOKOH DAKWAH KEDAH PERLU DICONTOHI SEMUA PENDAKWAH ,SANGAT TEGAS
TERBUKA DAN MUDAH DIDEKATI UMAT . INI ULAMA SEJATI HARAPAN UMMAT !
BERANI BERJUANG DAN KUAT MENENTANG KEMUNGKARAN DALAM NEGARA ,AKTIF BERDAKWAH
DAN TIDAK TINGGAL PERJUANGAN POLITIK .
BELIAU ULAMA KEBANGGAN UMMAT .
SANGAT MATANG DAN MENDIDIK SAYA DAN MURID LAIN JADI MATANG

Saya menyeru para pendakwah dan ilmuan agama , kita perlu berhikmah dalam dakwah .
Kalu main kutuk , tuduh tanpa asas, tak boleh bawa bincang , sukar didekati bagaimana masyarakat akan terima dakwah kita ?.
Perbuatan ini akan buat orang lebih jauh dari dakwah .
Dakwah tidak mungkin diterima andai kita sesama ahli dakwah berbalah tanpa hikmah .
Tidak hairan masyarakat sekarang jauh dengan agama kerana ahli agama tidak hikmah !

MASYARAKAT DAN UMAT AKAN MENILAI KITA !
Masyarakat akan tolak kita atas alasan jumud dan tidak boleh bawa bincang dan tidak memahami mereka .
Jadi saya sarankan kepada semua pendakwah jika nak berbahas atau berhujah jauhi maki hamun , jauhi perkataan kesat . Kita berhujah untuk mendapat keputusan yang tepat dan terbaik mengikut ahli sunnah wal jamaah .
Jadi kiata jangan main tuduh , nak keluarkan sesuatu kena fikir dulu , perlu kesahihan yang tepat .

Jangan main kufurkan oran tanpa dalil yang nyata , tanpa berbincang dengan orang yang kita tuduh .
Bahaya takut tuduhan itu kembali kepada kita .
Kita perlu terbuka , jangan terpengaruh , jangan taksub , kita perlu mengkaji dengan teliti .

Para pendakwah perlu MENCONTOHI AKHLAK RASULULLAH SAW yang hikmah dan tawaduk sentiasa merendah diri . Jangan kerana sedikit ilmu didada , semau orang kita salah , semua sesat , kita dan kumpulan kita ja betul , ini salah .

Saya orang muda berdarah panas juga , tetapi kita perlu kawal dengan akal bukan berhujah dengan nafsu .
Ilmu yang kita pelajari sebagai pedoman dalam berhujah bukan semangat .

Pendakwah perlu berlemah lembut merayu umat kembali kearah kebaikan ,bukan memaki hamun dan mengata yang kesat .
Yang salah tetap salah .

Kita perlu membetulkan perkara yang salah , tetapi andai kita tidak hikmah , umat akan menolak dakwah kita .Kita tidak dapat membetulkan yang salah bahkan yang salah akan buat lebih salah kerana kita yang tidak hikmah.
Masyarakat akan menilai dan mereka akan menghukum !
Kalau kita betul pun tetapi kita tidak pandai menjiwai umat maka mereka akan menolak kebenaran dakwah kita .
Maka tidak hairan ajaran2 sesat lain mendapat pengaruh jauh lebih besar dari ahli sunnah aliran as saariah kerana ini kelemahan kita dan perlu diperbetulkan .
Kita perlu kukuhkan ahli sunnah bukan berpecah .
Kita kena terima kebenaran walaupun benda itu baru dan tidak terpesong dari syara .
Jangan tolak yang benar , rugi kita kelak dengan sikap kita yang tidak membina .

NASIHAT TN GURU HJ SALLEH KEPADA PELAJAR AGAMA


Tn Guru Hj Salleh sentiasa menasihati kami murid-muridnya supaya jangan merasa hebat dengan ilmu agama yang ada didada sebaliknya harus hikmah dan merendah diri . Allah tidak suka pada orang yang takabur apatah lagi takabur dengan ilmu agama sangat2 salah dan haram .
Orang yang tawaduk ALLAH akan angkat darjat dan martabat , sebaliknya andai kita sombong ilmu itu akan melaknat kita dan akan makan diri kita .
Ilmu itu nur perlu diawasi supaya ia dapat keberkatan dan dimenafaatkan .

Mana tauhid kita andai kiat takabur dengan ilmu yang ada pada kita ?
Sedangkan ilmu yang kita miliki adalah hak mutlak ALLAH !
Kalau kita rasa ,kita yang terlebih alim orang lain semua salah , orang lain tak boleh tegur kita kerana kita rasa kitalah yang sempurna , alim itu dari kita maka samalah aqidah kita dengan firaun yang mengaku diri dia tuhan , begitu juga kita andai tidak mengaku kita tuhan pun kita jatuh syirik kerana kita tidak pandang pemberian , atau kurniaan itu hak mutlak QUDERAT , IRODAT ALLAH maka kita pun syirik !.

AWAS BLOG BERTOPENG AGAMA , PECAHKAN PENGARUH PAS DAN PONDOK!!!



BLOG yang menghasut orang pondok untuk tinggalkan perjuangan PAS dalam menegakkan syariat ALLAH ,wajar diambil perhatian .
Jangan sekali2 kita ahli terpengaruh blog2 ini . Kita bersama ulama .
JANGAN KAMU MASUK ISU "PIMPINAN PAS WAHABI " KAMI TIDAK AKAN TERPENAGRUH!
Kami tahu yang mana wahabi yang mana sunni, kami akan tolak pimpinan wahabi andai PAS memerintah Malaysia .
Hanya ada seorang dua yang wahabi mengapa PAS dan perjuangan ISLAM nak kita tinggalkan .
Ini kejawiban saya dan seluruh ahli beperanan untuk kita kukuhkan PERJUANGAN ISLAM .
Kita akan kenal pasti mana2 blog yang cuba main api untuk pecahka ulama pondok dan PAS kita akan pertahankan demi maslahat perjuanagan ISLAM.

Sekarang jangan main isu wahabi dalam PAS , Jangan khianati amanah perjuangan .
JANGAN ASYIK HENTAM WAHABI HINGGA TINGGAL KEWAJIBAN MEMPERJUANGAN SYARIAT ISLAM SUPAYA TERTEGAK DALAM NEGARA!!!

ULAMA @ BAKAL ULAMA WAJAR CONTOHI PENDEKATAN TN GURU HJ SALLEH


AL ALIM AL ALAMAH TN GURU HJ SALLEH , TOKOH ULAMA KEDAH yang tidak asing bagi kita merupakan ulama yang terkenal dengan perwatakkan TEGAS dan MUDAH DIDAMPINGI masyarakat .
Ulama mesti berfikiran terbuka ,masuk dengan semau lapisan masyarakat .
Begitu juga penerampilan yang sederhana dan mudah didekati , mesra apabila didekati menyebabkan ramai yang suka menimba ilmu dari beliau .
Fikirannya sangat terbuka , dapat menyelesaikan masalah masyarakat dan tidak hairan pucuk pimpinan PAS pusat dan termasuk Penasihat Umum Keadilan Rakyat sentiasa menghubungi beliau dan kerap menziarahi beliau untuk mengambil pandangan dan nasihat dari beliau .

TEGAS dan TERBUKA !!!
ULAMA seperti ini yang UMAT PERLUKAN .
Barulah umat bersatu , sefahaman dan masing2 merasakan tanggungjawab atas satu sama lain .

Ramai ulama yang hanya bersendirian tidak bersama umat, tetapi tidak memahi umat . Dan ada juga bersama umat tetapi hanya membina pengaruh tersendiri .
Dan ada ulam bersama umat , untuk umat .

ULAMA BERSAMA UMAT, UNTUK UMAT INI YANG KITA SUKAR DAPATI .
Rakan TN GURU HJ SALLEH IAITU ALLAHYARHAM TN GURU HJ ABDULLAH LUBUK TAPAH
merupakan ulama seperti TN GURUN HJ SALLEH , memang sukar kita miliki ulama seperti mereka . Mereka berdua belajar satu guru dengan ALLAHYARHAM TN GURU HJ ISMAIL (PAK DA EIL MAKKAH ). SAMA SIKAP MEREKA ,mereka didampingi kawan , lawan , murid , pemerintah bahkan sultan .

Pernah guru saya berkata kepada muridnya " NAK MENGAJAR ORANG KAMU KENA MENGAJI LAIN , BELAJAR ILMU LAIN , BELAJAR CARA DAKWAH LAIN .KALAU BANYAK ILMU TAPI ANDAI TIDAK PANDAI CARA, ORANG TAK AKAN IKUT KITA"

Jadi pesanan kepada ulama dan bakal ulama ikutilah pendekatan ulama seperti ini barulah ISLAM BERKEMBANG , DAKWAH DITERIMA ,DAN UMAT BERSATU ...

KULIAH JUMAAT MINGGU INI

Kuliah Jumaat mingguan pondok terpaksa diubah jadual sedikit
TOLONG AMBIL PERHATIAN DAN SEBARKAN !


JAM 8 PAGI SOLAT HAJAT













Diantara hajat sampingan adalah khusus untuk PRK Hulu Selangor


Kuliah Tn Guru seperti biasa .


PERSATUAN ULAMA AKAN MENJEMPUT DATO MUFTI KERAJAAN NEGERI SAMPAIKAN NASIHAT KEPADA SELURUH AHLI KULIAH .Diantara tujuan lain selain pogram persatuan turun padang , Persatuan Ulama Kedah inging mengutip dana bagi menyiapkan bagunan Persatuan di Derang

Sunday, April 18, 2010

NAK NIKAH?... DALAMI ILMU MUNAKAHAT DULU!!!


ASSALAMUALAIKUM ...
Saya bawa tajuk ini bukan saya nak nikah lagi , lambat lagi saya ni ! jangan silap faham!, tapi memandangkan rakan2 saya yang ramai dah nak nikah walau usia muda maka saya bawa tajuk ini sebagai nasihat kepada diri saya dan rakan2 saya untuk membuat persiapan untuk nikah . Usia muda tidak menjadi penghalang tetapi perlu selesai dalami ilmu fardhu ain dan munakahat terlebih dulu!
Nikah matlamat sebenar adalah ingin membina kebahagian mengikut SYARA'. Mana munggkin kita boleh membina kebahagian tanpa menjalani kehidupan bersyariat?
Pasangan perlu belajar hukum berkaitan munakahat .
Dengan ilmu munakahat barulah pasangan saling faham memahami tanggungjawab , maka apabila belagjar dan amal dalam kehidupan maka barulah ada keberkatan dalam hubungan penikahan, maka barulah dapat bina kehidupan bersyariat dan membina kebahagian dalam meneruskan kehidupan .

Ramai remaja yang nikah muda sekarang dan berakhir dengan penceraian kerana tidak faham hukum agama dalam munakahat !

Tn Guru Saya Tn Guru Hj Salleh berkata "petua nak bagi pasangan bahagia kenalah(perlulah) satu hati , satu fahaman, jika tidak satu hati ikatan haluan masing2 maka hubungan suami isteri tidak bahagia kerana tidak ada keberkatan padanya"
MAKA KITA PERLU MEMAHAMI TANGGUNGJAWAB KITA SEBAGAI SUAMI ATAU ISTERI DALAM MEMPELAJARI ILMU MUNAKAHAT .
Saya tidak ditilkan hukum munakahat disini , tetapi sekadar peringatan dan panduan yang agak terhad .


Sebelum kahwin pilihlah calon yang terbaik untuk kita . Ulama memberi panduan untuk kita memilih calon yang sama jenis dengan kita . Dalam bahasa kitab sekufu (sama dengan kita nisbah keturunan, harta,bangsa dan gaya hidup , ini bukan syarat tetapi sebaiknyalah). Cari yang ada agama atau calon yang nak dibimbing kearah agama . Kalau cantik, kaya,keturunan baik tetapi tidak ada agama atau tak nak agama maka susahlah kita nak bersama dengan dia , tidak sejiwa, mana muggkin kita akan bahagia kerana hubungan kita tidak bersatu hati dan tidak ada keberkatan .
CINTA SAYANG mainan nafsu sebelum nikah , dah nikah tanjggungjawab banyak andai tidak ada agama kasih sayang kurang mana munggkin pasangan itu akan bahagia kerana tidak faham agama?
AGAMALAH SEGALA2 YANG AKAN MEMBANTU KITA BAHAGIA DAN KEKAL !
Yakinlah DEMI ALLAH tanpa kefahaman agama ikatan tidak akan kuat , bahagi hanya sementara sahaja , ini janji RASULULLAH ! RASULULLAH Meutamakan agama terlebih dahulu maka barulah rupa paras , harta dan keturunan !


Apabila dah nikah maka perlu memahami tanggungjawab masing2 .
Andai tidak metaati perintah agama maka hubungan itu pasti tidak kuat , kerana masing2 tidak mengikut hukum ALLAH dalam mengharapkan kebahagian .
NIAT NIKAH KERANA ALLAH NAK AMAL SUNNAH barulah betul dan ada keberktan !
Kalau nikah hanya nafsu maka ini lah yang masalah sekarang .

PASANGAN perlu dalami ILMU FARDHU AIN , TAUHID , FEKAH , TASAUF terlebih dahulu .
HATI perlu kuat kepercayaan keimana pada ALLAH , RASUL ,KITAB ALLAH,MALAIKAT , QADA QADAR DAN QIAMAT DAN PERKARA SAMIYAT SEPERTI SYURGA NERAKA, SOAL KUBUR , MIZAN , SIRAT DAN LAIN2. Pasangan perlu teguhkan keimanan barulah ikatan mereka kuat . Selain itu hati perlu membuang segala sifat mazmumah atau sifat kecelaan , yang kita pelajari dalam tasawuf .MASYALLAH INDAHNYA IKATAN PENIKAHAN YANG MENGIKUT SYARIAT ALLAH !!!ALLAHHUAKBAR PASTI BAHAGIA !!!

Syariat perlu kita dalami ilmu fekah dalam bab ibadah seperti solat, puasa ,zakat haji dan lain2 selain itu hukum muamalat, HUKUM MUNAKAHAT (NIKAH KAWIN), jinayat dan lain2.
Kesimpulan kehidupan kita berpaksi ilmu dah hukum ALLAH ...

HAK SUAMI PADA ISTERI SANGAT2 BESAR DAN BERAT !!!
Apabila kata "AKU TERIMA NIKAHNYA"
maka suami itu bertanggungjawab urusan isteri samaada URUSAN DUNIA AKHIRAT SI ISTERI , jika suami abaikan SUAMI BERDOSA.
JANGAN NAK NIKAH JA ! BERAT TAU HUKUMNYA !
Kalau tidak laksana suami berdosa , contoh andai si Isteri tidak tahu ilmu fardhu ain maka suami bertanggungjawab mengajar isteri , andai tidak mampu mengajar maka wajib suami itu mencari guru untuk istrinya mendalami ilmu agama .Kalau isteri tidak tahu hukum haid maka suami bertanggungjawab , andai isteri dedah aurat depan orang ajnabi dalam masa sama suami tidak melarang p[erbuatan haram itu maka suami berdosa . Pendeknya urusan AKHIRAT ISTERI ,SUAMI YANG BERTANGGUNGJAB MEMIMPINNYA!
ITULAH perlu dalami dulu sedalam2nya ilmu fardhu ain .
NAFKAH ZAHIR dan BATIN WAJIB pada suami .
Dalam mazhab syafie suami perlu membeli pakaian baru kepada isteri setahun sekurang2 2 pasang baju, kena masak untuk isteri , kena upah isteri memberi minum susu pada anak kita , kita sekarang taklid mazhab hanafi ! . Kalau mazhab syafie wajib kita suami menyediakan makanan haha teruklah kita kan kita taklid mazhab nafi ja lah soal ini kan?

ISTERI PULA WAJIB METAATI SUAMI SEADANYA KERANA SYURGA DIBAWAH KEREDHAAN SUAMI ,TAPI INGAT TAAT PADA PERKARA YANG TIDAK BERTENTANG DENGAN AGAMA SAHAJA , ANDAI BERTENTANGAN TIDAK WAJIB TAAT !.
Isteri tidak perlu ibadat banyak untuk masuk syurga , memada dia hanya buat ibadah wajib dan hanya taati suami maka boleh menepah syurga Allah ...
Isteri perlu melayani suami dengan layanan yang baik , bermuka manis , suara lembut, dan tidak melakukan perkara yang tidak disukainya . Selain itu menjaga maruah suami dan memelihara harta suami .

Saturday, April 17, 2010

TOKOH ULAMA YANG DIGERUNI WAHABI DI FATANI -TN GURU HJ ISMAIL SEPANJANG


BABA ISMAIL SEPANGANJ merupakan ulama tauhid yang kauat mempertahankan ahli sunnah dengah hujah mantap beliau menyebabkan wahabi fatani yang dikepalai Dr Ismail Lutfi sangat gerun dengan beliau.
Tn Guru /Baba Ismail pernah satu ketika dahulu , lebih kurang tahun 2003 tahun lalu ada cubaan untuk membunuh beliau oleh gologan wahabi Fatani .Saya mendapat cerita ini pada muridnya sendiri sewaktu saya ziarahi pondok beliau bersama Ustaz Salleh Hamzah (Sungai Petani )pada tahun 2003 juga.
Tetapi takdir ALLAH pestol yang sudah menghala kearah baba tidak berfungsi dengan izin ALLAH . Semasa kejadian kata muridnya baba dalam perjalanan pulang dari kuliah bersama anak murid beliau .
Sekarang beliau merupakan ulama yang paling pengaruh di Fatani .
CD kuliah beliau sangat laris di Malaysia sekarang .
Siapa yang berhajat untuk belajar dan menziarahi beliau hubungi saya .
Mudahan kita BERSAMA ULAMA PERTAHAN AQIDAH AHLI SUNNAH WAL JAMAAH .

SIFAT 20 BID'AH?


TAUHID SIFAT 20 ADAKAH BID'AH ?
Tauhid sifat 20 tidak bid'ah, bahkan ia dari Rasulullah SAW. Tauhid ini ada nas Quran, Hadith .
Yang membid'ah tauhid sifat 20 adalah wahabi .
Wahabi silap faham antara ilmu tauhid dan pembukuan kitab tauhid .
Yang bid'ah pembukuan kitab tauhid oleh IMANM ABU HASSAN AS SYAARI DAN IMAM ABU MANSUR MATURIDI . Tetapi TAUHID SIFAT 20 TIDAK BID'AH Kerana ia dari RASULULLAH .
Sifat WUJUD ALLAH , QIDAM ,BAQA, MUKHALAFAH , QIYAMUHU , WAHDAHNIAT , QUDERAT , IRODAT ,ILMU ,HAYAT , SAMAQ , BASAR , KALAM ALLAH INI ADA DALIL QURAN .
Yang bid'ah adalam membukukan kitab itu sahaja . Bukan bidah semau salah, kerana bid'ah ada hasanah dan dolalah .Buku kitab tauhid sifat 20 bid'ah hasanah seperti SAIDINA UTHMAN MEMBUKUKAN QURAN . Bid'ah adalah perkara agama yang tidak ada zaman RASULULLAH . Maka SAIDINA UTHMAN pun buat bid'ah dengan membukukan Quran adakah beliau sesat ? . Begitu juga IMAM ABU HASSAN DAN IMAM ABU MANSUR tidak sesat , ramai ulama yang alim2 zaman mereka tidak sesatkan tokoh Tauhid sifat 20 bahkan ramai yang mengikut termasuk IMAM BESAR IMAM SANUSI, IMAM IBNU ARABI , IMAM FAKRUL RAZI dan ramai lagi jagguh ulama merestui tauhid ini.
IMAM SANUSI ULAMA KETURUNAN RASULULLAH dari Yaman yang ketengahkan ilmu TAUHID SIFAT 20 ini . Maka sangat biadab dan tidak tanggungjawab orang dan kumpulan yang menyesatkan ilmu ini .

WAJIB FARDHU AIN DALAMI ILMU TAUHID , ANDAI TIDAK BELAJAR BERDOSA KERANA IA BERKAIT DENGAN KEIMANAN .